{"id":11245,"date":"2026-01-10T07:37:10","date_gmt":"2026-01-09T23:37:10","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/"},"modified":"2026-01-10T07:37:10","modified_gmt":"2026-01-09T23:37:10","slug":"beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/","title":{"rendered":"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML"},"content":{"rendered":"<h2>Pendahuluan<\/h2>\n<p>SysML, atau Bahasa Pemodelan Sistem, adalah alat yang kuat yang digunakan untuk memodelkan sistem kompleks. Di antara berbagai jenis diagram, Diagram Blok Internal SysML (IBD) sangat berguna untuk menggambarkan struktur internal komponen sistem. Dalam panduan pemula ini, kita akan menjelajahi apa itu Diagram Blok Internal SysML, tujuannya, dan cara membuatnya menggunakan kumpulan templat dari Visual Paradigm Online.<\/p>\n<h2>Apa itu Diagram Blok Internal SysML?<\/h2>\n<p><strong>Blok:<\/strong>Dalam SysML, Blok adalah blok dasar yang mewakili komponen sistem. Blok biasanya digambarkan sebagai persegi panjang dengan kata kunci \u201c\u00abblok\u00bb\u201d di dalamnya. Blok-blok ini mengemas isi mereka, yang dapat mencakup Properti, Perilaku, dan Kendala. Perilaku dapat berbentuk berbagai macam, seperti Operasi, Sinyal, dan Mesin Keadaan. Blok juga mendukung Antarmuka, yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan komponen lain. Port adalah titik-titik unik tempat Antarmuka Blok dapat dipasang dan dihubungkan.<\/p>\n<p>Blok-blok ini serbaguna dan dapat mewakili berbagai macam komponen, termasuk perangkat lunak, perangkat keras, bagian mekanik, bahkan entitas seperti orang atau organisasi.<\/p>\n<p><strong>Diagram Blok Internal (IBD):<\/strong>Diagram Blok Internal adalah diagram struktural statis yang terkait dengan Blok tertentu. Tujuan utamanya adalah mengungkap struktur internal dari Blok yang dikemas. Secara esensi, IBD memberikan perspektif \u201ckotak putih\u201d terhadap Blok, menunjukkan elemen-elemen struktural seperti Bagian, Properti, Konektor, Port, dan Antarmuka. Ini berbeda dengan tampilan \u201ckotak hitam\u201d, yang menyembunyikan detail internal Blok.<\/p>\n<p>Salah satu fitur utama IBD adalah kemampuan untuk mendekomposisi Blok secara rekursif menjadi Bagian. Dekomposisi ini bergantian antara Diagram Definisi Blok (BDD) dan IBD. Perilaku, baik yang dikemas oleh Blok atau dialokasikan ke dalamnya melalui Ketergantungan, juga dapat digambarkan dalam IBD.<\/p>\n<p><img alt=\"SysML Internal Block Diagram Tool\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/sysml-internal-block-diagram-tool.png\"\/><\/p>\n<p>SysML memungkinkan Anda menggunakan Blok Kendala untuk membatasi Blok secara matematis, sehingga memungkinkan pembuatan diagram parametrik yang dapat disimulasikan.<\/p>\n<h3>Perbandingan dan Perbedaan<\/h3>\n<p>Diagram Blok Internal SysML berbeda dari jenis diagram lain dan bahasa pemodelan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Diagram Kelas dan Komponen UML 2:<\/strong>Sementara diagram UML sering berfokus pada konsep berorientasi objek, IBD SysML menekankan struktur internal komponen sistem dan bagaimana mereka terhubung. Diagram kelas UML lebih berfokus pada mendefinisikan kelas dan hubungan antarkelas, sedangkan IBD mendalami detail struktural suatu sistem.<\/li>\n<li><strong>Diagram Konteks &amp; Diagram Struktur Sistem SA\/SD:<\/strong>Diagram Arsitektur Sistem\/Analisis dan Desain Terstruktur (SA\/SD) berfokus pada konteks dan struktur sistem tingkat tinggi. IBD SysML menawarkan pandangan yang lebih rinci mengenai struktur internal dan konektivitas suatu komponen.<\/li>\n<li><strong>Diagram IDEF IDEF1X:<\/strong>Diagram IDEF (Definisi Terpadu) digunakan untuk berbagai tujuan pemodelan, termasuk pemodelan data. IBD SysML berfokus pada aspek struktural komponen sistem, bukan pemodelan data.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tujuan Diagram Blok Internal SysML<\/h2>\n<p>Tujuan utama Diagram Blok Internal SysML (IBD) adalah untuk secara visual merepresentasikan isi struktural yang dikemas dalam Blok. Dengan demikian, IBD memungkinkan pemeriksaan mendalam terhadap arsitektur internal suatu sistem, termasuk Bagian, Properti, Konektor, Port, dan Antarmuka. Diagram ini memfasilitasi dekomposisi rekursif Blok dan mendukung teknik desain berbasis antarmuka.<\/p>\n<p>Ketika digunakan dengan benar, bersamaan dengan Diagram Definisi Blok (BDD), IBD memungkinkan pemodelan yang dapat diskalakan dan dapat disimulasikan secara matematis. Ini berarti Anda dapat menganalisis dan mensimulasikan perilaku sistem, dengan mempertimbangkan struktur internal dan interaksinya.<\/p>\n<h2>Belajar dengan Contoh menggunakan Visual Paradigm Online<\/h2>\n<p><a href=\"http:\/\/online.visaul-paradigm.com\">Visual Paradigm Online<\/a> menawarkan beberapa <a href=\"https:\/\/online.visual-paradigm.com\/diagrams\/features\/sysml-internal-block-diagram-tool\/\">templat<\/a> untuk membantu Anda memulai dengan Diagram Blok Internal SysML. Templat-templat ini menyediakan elemen dan struktur yang sudah dirancang sebelumnya yang dapat Anda sesuaikan sesuai kebutuhan pemodelan Anda. Untuk mempelajari IBD SysML secara efektif, ikuti langkah-langkah berikut<img alt=\"\" class=\"alignnone size-full wp-image-20478\" decoding=\"async\" height=\"506\" loading=\"lazy\" sizes=\"auto, (max-width: 958px) 100vw, 958px\" src=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bda8966a5c.png\" srcset=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bda8966a5c.png 958w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bda8966a5c-300x158.png 300w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bda8966a5c-768x406.png 768w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bda8966a5c-150x79.png 150w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bda8966a5c-400x211.png 400w\" width=\"958\"\/><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Akses Visual Paradigm Online:<\/strong>Mulailah dengan mengakses Visual Paradigm Online, alat pemodelan daring yang ramah pengguna.<\/li>\n<li><strong>Pilih Templat IBD SysML:<\/strong> Telusuri perpustakaan templat dan pilih templat Diagram Blok Internal SysML yang sesuai dengan proyek pemodelan Anda.<\/li>\n<li><strong>Sesuaikan Templat:<\/strong>Gunakan templat sebagai titik awal. Tambahkan Blok, Bagian, Properti, Konektor, Port, dan Antarmuka untuk merepresentasikan struktur internal sistem Anda. Hubungkan mereka sesuai kebutuhan untuk menunjukkan hubungan.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan Perilaku:<\/strong> Jika sistem Anda mencakup perilaku seperti Operasi, Sinyal, atau Mesin Keadaan, masukkan mereka ke dalam IBD Anda.<\/li>\n<li><strong>Dekomposisi Rekursif:<\/strong> Jika sistem Anda kompleks, pertimbangkan untuk mendekomposisi Blok menjadi Bagian dan buat sub-diagram sesuai kebutuhan untuk menjaga kejelasan.<\/li>\n<li><strong>Blok Kendala:<\/strong> Jika berlaku, gunakan Blok Kendala untuk membatasi secara matematis Blok Anda dan membuat diagram parametrik.<\/li>\n<li><strong>Simulasi:<\/strong> Visual Paradigm Online memungkinkan Anda mensimulasikan perilaku sistem Anda, dengan mempertimbangkan struktur internal yang telah Anda definisikan dalam IBD Anda.<\/li>\n<li><strong>Dokumentasi:<\/strong> Akhirnya, ingatlah untuk mendokumentasikan IBD Anda secara efektif, dengan menambahkan deskripsi, anotasi, dan catatan yang diperlukan agar model Anda jelas dan mudah dipahami oleh orang lain.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan mengikuti langkah-langkah ini dan memanfaatkan templat Visual Paradigm Online, Anda dapat mempelajari Diagram Blok Internal SysML melalui contoh praktis dan membuat model komprehensif mengenai arsitektur internal sistem Anda.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Diagram Blok Internal SysML adalah alat berharga untuk pemodelan dan pemahaman struktur internal komponen sistem. Mereka memungkinkan pemeriksaan mendalam tentang bagaimana bagian-bagian berbeda dari suatu sistem berinteraksi dan dapat didekomposisi secara rekursif untuk pemodelan yang dapat diskalakan. Templat Visual Paradigm Online memberikan titik awal yang sangat baik untuk mempelajari dan menerapkan jenis diagram SysML yang esensial ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan SysML, atau Bahasa Pemodelan Sistem, adalah alat yang kuat yang digunakan untuk memodelkan sistem kompleks. Di antara berbagai jenis diagram, Diagram Blok Internal SysML (IBD) sangat berguna untuk menggambarkan struktur internal komponen sistem. Dalam panduan pemula ini, kita akan menjelajahi apa itu Diagram Blok Internal SysML, tujuannya, dan cara membuatnya menggunakan kumpulan templat dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11246,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[42],"tags":[],"class_list":["post-11245","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-online-diagram","loop-entry","clr"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML - Visual Paradigm Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML - Visual Paradigm Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendahuluan SysML, atau Bahasa Pemodelan Sistem, adalah alat yang kuat yang digunakan untuk memodelkan sistem kompleks. Di antara berbagai jenis diagram, Diagram Blok Internal SysML (IBD) sangat berguna untuk menggambarkan struktur internal komponen sistem. Dalam panduan pemula ini, kita akan menjelajahi apa itu Diagram Blok Internal SysML, tujuannya, dan cara membuatnya menggunakan kumpulan templat dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Visual Paradigm Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-09T23:37:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"958\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"506\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/\",\"name\":\"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML - Visual Paradigm Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png\",\"datePublished\":\"2026-01-09T23:37:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-09T23:37:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png\",\"width\":958,\"height\":506},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/\",\"name\":\"Visual Paradigm Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/author\/vpadminuser\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML - Visual Paradigm Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML - Visual Paradigm Blog","og_description":"Pendahuluan SysML, atau Bahasa Pemodelan Sistem, adalah alat yang kuat yang digunakan untuk memodelkan sistem kompleks. Di antara berbagai jenis diagram, Diagram Blok Internal SysML (IBD) sangat berguna untuk menggambarkan struktur internal komponen sistem. Dalam panduan pemula ini, kita akan menjelajahi apa itu Diagram Blok Internal SysML, tujuannya, dan cara membuatnya menggunakan kumpulan templat dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/","og_site_name":"Visual Paradigm Blog","article_published_time":"2026-01-09T23:37:10+00:00","og_image":[{"width":958,"height":506,"url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/","url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/","name":"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML - Visual Paradigm Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png","datePublished":"2026-01-09T23:37:10+00:00","dateModified":"2026-01-09T23:37:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#primaryimage","url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png","contentUrl":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bda8966a5c.png","width":958,"height":506},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-sysml-internal-block-diagrams\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Pemula untuk Diagram Blok Internal SysML"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website","url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/","name":"Visual Paradigm Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/author\/vpadminuser\/"}]}},"modified_by":"Admin","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11245","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11245"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11245\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}