{"id":11273,"date":"2026-01-10T08:21:02","date_gmt":"2026-01-10T00:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/"},"modified":"2026-01-10T08:21:02","modified_gmt":"2026-01-10T00:21:02","slug":"beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/","title":{"rendered":"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online"},"content":{"rendered":"<h2>Pendahuluan<\/h2>\n<p>Diagram kasus penggunaan merupakan alat dasar dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan analisis sistem. Mereka membantu memvisualisasikan interaksi antara pengguna atau sistem eksternal dengan sistem perangkat lunak. Diagram kasus penggunaan banyak digunakan untuk menangkap, mendefinisikan, dan berkomunikasi kebutuhan fungsional suatu sistem. Dalam panduan pemula ini, kami akan memperkenalkan Anda pada diagram kasus penggunaan dan menunjukkan cara membuatnya menggunakan Visual Paradigm Online, alat pembuatan diagram yang kuat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h2>Apa itu Diagram Kasus Penggunaan?<\/h2>\n<p>Diagram kasus penggunaan adalah representasi grafis dari interaksi antara aktor yang berbeda (pengguna atau sistem eksternal) dan suatu sistem. Ini membantu menjawab pertanyaan berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Siapa yang berinteraksi dengan sistem?<\/strong> \u2013 Ini diwakili oleh aktor.<\/li>\n<li><strong>Apa tindakan atau tugas yang dapat dilakukan aktor-aktor ini dengan sistem?<\/strong> \u2013 Ini diwakili oleh kasus penggunaan.<\/li>\n<li><strong>Bagaimana aktor dan kasus penggunaan ini berinteraksi?<\/strong> \u2013 Ini ditampilkan melalui asosiasi (garis) antara aktor dan kasus penggunaan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Memulai dengan Visual Paradigm Online<\/h2>\n<p>Sebelum kita mulai membuat diagram kasus penggunaan, Anda perlu memiliki akses ke Visual Paradigm Online. Jika Anda belum memiliki akun, Anda dapat mendaftar untuk akun gratis atau menggunakan versi percobaan. Setelah masuk, ikuti langkah-langkah berikut:<\/p>\n<h3>Langkah 1: Buat Proyek Baru<\/h3>\n<ol>\n<li>Setelah masuk, klik pada \u201cBuat Proyek\u201d atau \u201cProyek Baru\u201d untuk memulai proyek baru.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Tambahkan Diagram Kasus Penggunaan<\/h3>\n<ol>\n<li>Di dalam proyek Anda, klik tab \u201cDiagram\u201d.<\/li>\n<li>Pilih \u201cDiagram Kasus Penggunaan\u201d dari daftar jenis diagram.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Menambahkan Aktor<\/h3>\n<ol>\n<li>Untuk menambahkan aktor, klik ikon \u201cAktor\u201d di bilah alat sebelah kiri.<\/li>\n<li>Klik pada kanvas diagram di tempat Anda ingin menempatkan aktor.<\/li>\n<li>Berikan nama pada aktor dengan mengklik dua kali pada aktor tersebut dan mengetik nama.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 4: Menambahkan Kasus Penggunaan<\/h3>\n<ol>\n<li>Untuk menambahkan kasus penggunaan, klik ikon \u201cKasus Penggunaan\u201d di bilah alat sebelah kiri.<\/li>\n<li>Klik pada kanvas diagram untuk menempatkan kasus penggunaan.<\/li>\n<li>Klik dua kali pada kasus penggunaan untuk memberinya nama.<\/li>\n<li>Untuk menghubungkan kasus penggunaan dengan aktor, klik dan seret dari kasus penggunaan ke aktor. Ini mewakili asosiasi antara keduanya.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 5: Menambahkan Hubungan<\/h3>\n<ol>\n<li>Anda dapat menambahkan hubungan antar kasus penggunaan menggunakan ikon \u201cAsosiasi\u201d di bilah alat sebelah kiri.<\/li>\n<li>Klik pada kasus penggunaan yang ingin Anda hubungkan, lalu klik pada kasus penggunaan kedua untuk membangun asosiasi.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 6: Menambahkan Detail<\/h3>\n<ol>\n<li>Untuk menambahkan detail atau deskripsi pada aktor, kasus penggunaan, atau asosiasi, Anda dapat klik kanan pada mereka dan pilih \u201cBuka Spesifikasi.\u201d<\/li>\n<li>Di sini, Anda dapat menambahkan deskripsi, batasan, dan informasi relevan lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 7: Simpan dan Bagikan<\/h3>\n<ol>\n<li>Jangan lupa untuk menyimpan proyek Anda secara rutin.<\/li>\n<li>Anda dapat membagikan diagram kasus penggunaan Anda dengan orang lain dengan mengundang mereka ke proyek Anda atau dengan mengekspor diagram sebagai gambar atau PDF.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Belajar dengan Contoh Menggunakan Templat Visual Paradigm Online<\/h2>\n<p><a href=\"http:\/\/online.visual-paradigm.com\">Visual Paradigm Online<\/a> menawarkan kumpulan besar <a href=\"https:\/\/online.visual-paradigm.com\/diagrams\/features\/use-case-diagram-software\/\">templat<\/a> untuk membantu Anda memulai berbagai jenis diagram, termasuk diagram kasus penggunaan. Berikut cara Anda menggunakan templat untuk belajar:<\/p>\n<ol>\n<li>Di Visual Paradigm Online, buka bagian \u201cTemplat\u201d.<\/li>\n<li>Telusuri templat yang tersedia dan pilih templat diagram kasus penggunaan yang sesuai dengan proyek atau tujuan pembelajaran Anda.<\/li>\n<li>Klik pada templat untuk membukanya di editor.<\/li>\n<li>Pelajari bagaimana aktor, kasus penggunaan, dan asosiasi diatur dalam templat tersebut.<\/li>\n<li>Ubah templat agar sesuai dengan kebutuhan diagram kasus penggunaan khusus Anda<img alt=\"\" class=\"alignnone size-full wp-image-20391\" decoding=\"async\" height=\"756\" loading=\"lazy\" sizes=\"auto, (max-width: 964px) 100vw, 964px\" src=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bc5fc130af.png\" srcset=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bc5fc130af.png 964w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bc5fc130af-300x235.png 300w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bc5fc130af-768x602.png 768w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bc5fc130af-150x118.png 150w, https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/img_650bc5fc130af-400x314.png 400w\" width=\"964\"\/><\/li>\n<\/ol>\n<p>Belajar melalui contoh dapat menjadi cara yang efektif untuk memahami praktik terbaik dalam membuat diagram kasus penggunaan dan mendapatkan inspirasi untuk proyek Anda sendiri.<\/p>\n<h2>Ringkasan<\/h2>\n<p>Diagram kasus penggunaan adalah alat berharga untuk memvisualisasikan interaksi sistem dan kebutuhan. Visual Paradigm Online menyediakan platform yang mudah diakses untuk membuat diagram tersebut, dan penggunaan templat dapat membantu Anda belajar dan menerapkan konsep dengan efektif. Latihan dan eksperimen akan meningkatkan keterampilan Anda dalam membuat diagram kasus penggunaan yang jelas dan informatif untuk proyek pengembangan perangkat lunak Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Diagram kasus penggunaan merupakan alat dasar dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan analisis sistem. Mereka membantu memvisualisasikan interaksi antara pengguna atau sistem eksternal dengan sistem perangkat lunak. Diagram kasus penggunaan banyak digunakan untuk menangkap, mendefinisikan, dan berkomunikasi kebutuhan fungsional suatu sistem. Dalam panduan pemula ini, kami akan memperkenalkan Anda pada diagram kasus penggunaan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[42],"tags":[],"class_list":["post-11273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-online-diagram","loop-entry","clr"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online - Visual Paradigm Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online - Visual Paradigm Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendahuluan Diagram kasus penggunaan merupakan alat dasar dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan analisis sistem. Mereka membantu memvisualisasikan interaksi antara pengguna atau sistem eksternal dengan sistem perangkat lunak. Diagram kasus penggunaan banyak digunakan untuk menangkap, mendefinisikan, dan berkomunikasi kebutuhan fungsional suatu sistem. Dalam panduan pemula ini, kami akan memperkenalkan Anda pada diagram kasus penggunaan dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Visual Paradigm Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-10T00:21:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"964\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"756\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/\",\"name\":\"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online - Visual Paradigm Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png\",\"datePublished\":\"2026-01-10T00:21:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-10T00:21:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png\",\"width\":964,\"height\":756},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/\",\"name\":\"Visual Paradigm Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"url\":\"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/author\/vpadminuser\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online - Visual Paradigm Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online - Visual Paradigm Blog","og_description":"Pendahuluan Diagram kasus penggunaan merupakan alat dasar dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan analisis sistem. Mereka membantu memvisualisasikan interaksi antara pengguna atau sistem eksternal dengan sistem perangkat lunak. Diagram kasus penggunaan banyak digunakan untuk menangkap, mendefinisikan, dan berkomunikasi kebutuhan fungsional suatu sistem. Dalam panduan pemula ini, kami akan memperkenalkan Anda pada diagram kasus penggunaan dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/","og_site_name":"Visual Paradigm Blog","article_published_time":"2026-01-10T00:21:02+00:00","og_image":[{"width":964,"height":756,"url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/","url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/","name":"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online - Visual Paradigm Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png","datePublished":"2026-01-10T00:21:02+00:00","dateModified":"2026-01-10T00:21:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#primaryimage","url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png","contentUrl":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2026\/01\/img_650bc5fc130af.png","width":964,"height":756},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/beginners-guide-to-use-case-diagrams-with-visual-paradigm-online\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Pemula untuk Diagram Kasus Penggunaan dengan Visual Paradigm Online"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#website","url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/","name":"Visual Paradigm Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/a649c442f11a53040710ddec750926c6","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b756c36f5e9132f6067fb4d22bef2e3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"url":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/author\/vpadminuser\/"}]}},"modified_by":"Admin","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.visual-paradigm.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}