de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Pendahuluan

Pemodelan Entitas-Relasi (ER)adalah alat yang kuat untuk merancang dan merepresentasikan sistem data yang kompleks. Teknik pemodelan ini memungkinkan pengembang untuk memvisualisasikan hubungan antara berbagai entitas dalam suatu sistem dan atribut yang terkait dengannya. Pemodelan ER banyak digunakan dalam rekayasa perangkat lunak, desain basis data, dan manajemen sistem informasi. Dalam artikel ini, kami akan memberikan gambaran menyeluruh tentang pemodelan ER, termasuk komponennya, aturannya, dan praktik terbaiknya. Kami juga akan memberikan contoh pemodelan ER menggunakan PlantUML.

Komponen Pemodelan ER:

Pemodelan ER terdiri dari tiga komponen utama: entitas, atribut, dan hubungan. Sebuah entitas mewakili objek atau konsep dunia nyata, seperti pelanggan, pesanan, atau produk. Setiap entitas memiliki atribut, yang menggambarkan ciri-ciri dari entitas tersebut. Sebagai contoh, entitas pelanggan dapat memiliki atribut seperti Nama Depan, Nama Belakang, Alamat, nomor telepon, dan sebagainya.

Suatu hubungan mewakili asosiasi antara dua atau lebih entitas. Sebagai contoh, seorang pelanggan dapat memesan satu atau lebih produk, atau suatu produk dapat termasuk dalam kategori tertentu. Hubungan dapat berupa satu-ke-satu, satu-ke-banyak, atau banyak-ke-banyak. Kardinalitas suatu hubungan menentukan jumlah entitas yang dapat berpartisipasi dalam hubungan tersebut.

ERD - Video Rental System - Visual Paradigm Community Circle

Sunting diagram ER ini secara daring

Keunggulan Pemodelan ER

Pemodelan ER adalah teknik yang banyak digunakan untuk merancang sistem data, dan memberikan banyak manfaat dibandingkan pendekatan lain. Dalam bagian ini, kami akan mengeksplorasi beberapa keunggulan utama pemodelan ER, termasuk kemampuannya untuk meningkatkan kejelasan, fleksibilitas, efisiensi, konsistensi, kolaborasi, skalabilitas, dan pemeliharaan.

Berikut beberapa keunggulan menggunakan pemodelan ER:

  1. Kejelasan: Pemodelan ER memberikan representasi yang jelas dan ringkas terhadap sistem data, sehingga memudahkan pengembang dan pemangku kepentingan untuk memahami dan berkomunikasi mengenai data tersebut.
  2. Fleksibilitas: Pemodelan ER memungkinkan pengembang untuk memodifikasi dan menyesuaikan sistem data sesuai kebutuhan, dengan menambahkan atau menghapus entitas, atribut, atau hubungan.
  3. Efisiensi: Pemodelan ER memungkinkan pengembang untuk mengoptimalkan sistem data untuk efisiensi dan kinerja, dengan menghilangkan data yang berulang dan mengorganisasikannya secara logis dan terstruktur.
  4. Konsistensi: Pemodelan ER mempromosikan konsistensi dan akurasi dalam sistem data, dengan menerapkan serangkaian aturan dan praktik terbaik yang memastikan data terorganisasi dengan baik dan bebas dari kesalahan.
  5. Kolaborasi: Pemodelan ER mendorong kolaborasi antara pengembang, pemangku kepentingan, dan pengguna akhir, dengan menyediakan bahasa bersama dan kerangka kerja untuk membahas dan merancang sistem data.
  6. Skalabilitas: Pemodelan ER mendukung skalabilitas sistem data, dengan memungkinkan pengembang menambahkan entitas dan hubungan baru seiring pertumbuhan dan evolusi sistem data dari waktu ke waktu.
  7. Pemeliharaan: Pemodelan ER menyederhanakan pemeliharaan sistem data, dengan menyediakan representasi yang jelas dan terstruktur dari data yang memudahkan identifikasi dan perbaikan masalah.

Aturan Pemodelan ER:

Pemodelan ER mengikuti serangkaian aturan untuk memastikan konsistensi dan akurasi dalam desain. Aturannya sebagai berikut:

  1. Entitas harus memiliki nama dan atribut yang unik.
  2. Hubungan harus memiliki nama dan kardinalitas yang unik.
  3. Hubungan harus terhubung ke setidaknya dua entitas.
  4. Atribut harus bersifat atomik, yaitu tidak dapat dibagi menjadi komponen yang lebih kecil.
  5. Hubungan tidak dapat memiliki atribut.
  6. Atribut tidak dapat dikaitkan dengan hubungan.
  7. Hubungan tidak dapat menghubungkan suatu entitas dengan dirinya sendiri.
  8. Kardinalitas harus ditentukan untuk semua hubungan.

Praktik Terbaik Pemodelan ER:

Untuk membuat model ER yang efektif, pengembang harus mengikuti praktik terbaik, termasuk berikut ini:

  1. Mulailah dengan mengidentifikasi entitas dan atributnya.
  2. Tentukan hubungan antar entitas.
  3. Tentukan kardinalitas dari hubungan-hubungan tersebut.
  4. Normalisasi data untuk menghilangkan data yang berulang.
  5. Gunakan konvensi penamaan yang konsisten untuk entitas, atribut, dan hubungan.
  6. Validasi model ER bersama pemangku kepentingan untuk memastikan akurasi dan kelengkapan.

Contoh Pemodelan ER – Contoh Pendaftaran Mahasiswa:

Untuk mengilustrasikan pemodelan ER, mari kita pertimbangkan contoh sistem pendaftaran mata kuliah di universitas. Sistem ini memiliki entitas berikut: mahasiswa, mata kuliah, dosen, dan departemen. Hubungan antar entitas tersebut adalah sebagai berikut:

  • Seorang mahasiswa dapat mendaftar untuk satu atau lebih mata kuliah.
  • Sebuah mata kuliah dapat diikuti oleh satu atau lebih mahasiswa.
  • Sebuah mata kuliah diajarkan oleh satu dosen.
  • Seorang dosen dapat mengajar satu atau lebih mata kuliah.
  • Sebuah departemen dapat menawarkan satu atau lebih mata kuliah.
  • Sebuah mata kuliah termasuk dalam satu departemen.

Berdasarkan hubungan-hubungan ini, kita dapat membuat model ER berikut

Sesuaikan contoh ERD ini

Contoh ERD – Basis Data Buku

Misalkan kita sedang membuat basis data untuk menyimpan informasi tentang buku dan penulisnya. Basis data ini perlu melacak detail seperti nama penulis, alamat email, dan biografi, serta judul buku, tanggal publikasi, dan genre. Selain itu, kita ingin melacak penulis mana yang menulis buku mana, dan buku mana yang dibeli oleh pelanggan mana.

Berikut ini adalah ERD:

Sunting ERD ini

Contoh ERD – Sistem ATM

Misalkan kita sedang merancang basis data untuk sistem mesin penarik tunai otomatis (ATM). Basis data ini perlu melacak detail seperti nama pelanggan, nomor rekening, PIN, dan saldo rekening. Selain itu, kita ingin melacak lokasi mesin ATM dan transaksi apa saja yang telah dilakukan di setiap mesin.

Sunting contoh ERD ini

Ringkasan

Dalam artikel ini, kita mengeksplorasi konsep pemodelan ER, yaitu teknik yang digunakan untuk merancang dan merepresentasikan struktur data yang kompleks. Kita membahas kelebihan menggunakan pemodelan ER, termasuk kemampuannya untuk menyederhanakan struktur data yang kompleks, membuat hubungan data menjadi lebih jelas, serta memfasilitasi komunikasi antara pemangku kepentingan.

Untuk mengilustrasikan konsep tersebut, kami menyediakan contoh diagram ER menggunakan alat PlantUML, termasuk ERD untuk toko buku dan ERD untuk sistem ATM. Kami juga membuat deskripsi masalah untuk sistem pendaftaran mata kuliah mahasiswa perguruan tinggi dan membuat ERD, kemudian kami memberikan beberapa contoh ERD lainnya.

Secara keseluruhan, pemodelan ER merupakan alat yang bermanfaat bagi desainer dan pemangku kepentingan untuk memahami struktur data yang kompleks dan hubungan antar mereka. Dengan merepresentasikan struktur-struktur tersebut secara visual, pemodelan ER dapat membantu memperlancar komunikasi dan memastikan bahwa semua pihak berada pada satu kesepahaman mengenai arsitektur data dasar yang mendasarinya.