de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Apa itu Diagram Kelas?

Sebuah diagram kelas adalah diagram struktur statis dalam UML (Bahasa Pemodelan Terpadu) yang menunjukkan kelas-kelas sistem, atributnya, metode (operasi), dan hubungan antar objek. Digunakan untuk memodelkan tampilan statis dari suatu aplikasi.

Class diagram example

Mengapa menggunakan diagram kelas?

  1. Representasi Visual: Memberikan representasi visual yang jelas mengenai struktur sistem.
  2. Komunikasi: Membantu dalam menyampaikan desain sistem kepada pemangku kepentingan.
  3. Denah: Bertindak sebagai denah untuk implementasi sistem.
  4. Dokumentasi: Berfungsi sebagai dokumentasi untuk desain sistem.

Kapan menggunakan diagram kelas?

  1. Fase Desain: Selama fase desain pengembangan perangkat lunak untuk memodelkan struktur sistem.
  2. Refactoring: Ketika melakukan refactoring sistem yang sudah ada untuk memahami dan memperbaiki desain sistem.
  3. Dokumentasi: Untuk mendokumentasikan arsitektur dan desain sistem.

Pilihan Terbaik Alat UML untuk Pengembang

Ketika berbicara tentang pemodelan UML, Visual Paradigm menonjol sebagai salah satu pilihan terbaik bagi pengembang. Berikut alasannya:

  1. Kumpulan Alat yang Komprehensif: Visual Paradigm menawarkan berbagai alat pemodelan diagram, termasuk diagram kelas, diagram urutan, diagram kasus pengguna, dan lainnya. Kumpulan alat komprehensif ini memastikan bahwa Anda dapat memodelkan setiap aspek sistem Anda dengan presisi.
  2. Antarmuka yang Mudah Digunakan: Dengan antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan, Visual Paradigm memudahkan para pengembang untuk membuat dan mengelola diagram kompleks. Fungsi seret dan lepas serta pilihan tata letak yang jelas mempermudah proses desain.
  3. Fitur Lanjutan: Visual Paradigm mencakup fitur lanjutan seperti rekayasa kode, arsitektur berbasis model (MDA), dan dukungan pengembangan agil. Fitur-fitur ini membantu pengembang beralih secara mulus dari desain ke implementasi.
  4. Alat Kolaborasi: Visual Paradigm mendukung kolaborasi tim dengan fitur seperti kontrol versi, klien kerja tim, dan kolaborasi secara real-time. Ini memudahkan tim untuk bekerja sama dalam proyek besar, memastikan konsistensi dan akurasi.
  5. Kemampuan Integrasi: Visual Paradigm terintegrasi dengan lancar dengan lingkungan pengembangan populer dan alat-alat seperti Eclipse, Visual Studio, dan berbagai sistem kontrol versi. Integrasi ini meningkatkan produktivitas dan memastikan alur kerja yang utuh.
  6. Dokumentasi dan Dukungan yang Luas: Visual Paradigm menyediakan dokumentasi yang luas, tutorial, dan dukungan pelanggan untuk membantu pengembang memaksimalkan penggunaan alat ini. Baik Anda pemula maupun pengguna berpengalaman, Anda akan menemukan sumber daya yang dibutuhkan untuk sukses.

Visual Paradigm bukan hanya alat UML; ini adalah solusi komprehensif yang memberdayakan pengembang untuk membuat model berkualitas tinggi, bekerja sama secara efektif, dan menyederhanakan proses pengembangan. Pilih Visual Paradigm untuk kebutuhan UM Andadan rasakan perbedaan yang dapat dibuatnya dalam proyek Anda.

Cara Membuat Diagram Kelas Menggunakan Visual Paradigm

Langkah 1: Buka Visual Paradigm

  1. Jalankan Visual Paradigm.
  2. Buat proyek baru atau buka proyek yang sudah ada.

Langkah 2: Buat Diagram Kelas Baru

  1. Di Penjelajah Proyek, klik kanan pada nama proyek.
  2. Pilih Diagram Baru > Diagram Kelas.
  3. Beri nama diagram Anda (misalnya, “Diagram Kelas Sistem Akademik”) dan klik OK.

Langkah 3: Tambah Kelas

  1. Dari Toolbar Diagram, pilih Kelas alat.
  2. Klik pada kanvas diagram untuk menambahkan kelas baru.
  3. Berilah nama kelas (misalnya Orang).

Langkah 4: Tentukan Atribut dan Metode

  1. Klik dua kali pada kelas untuk membuka jendela Spesifikasi.
  2. Pada bagian Atribut tab, tambahkan atribut (misalnya nama: strnomorTelepon: stralamatEmail: str).
  3. Pada bagian Operasi tab, tambahkan metode (misalnya +beliTiketParkir(): void).

Langkah 5: Tambah Kelas Lainnya

  1. Ulangi langkah 3 dan 4 untuk menambahkan kelas lainnya (misalnya Alamat, Mahasiswa, Profesor).
  2. Tentukan atribut dan metode mereka sebagai berikut:
    • Kelas Alamat:
      • Atribut: jalan: strkota: strnegara bagian: strkodePos: intnegara: str
      • Metode: +validasi(): bool+outputSebagaiLabel(): str
    • Kelas Mahasiswa:
      • Atribut: nomorMahasiswa: intrataRataNilai: int
      • Metode: +memenuhiKriteriaPendaftaran(str): bool+jumlahSeminarYangDiikuti(): int
    • Kelas Profesor:
      • Atribut:gaji: intnomorStaf: inttahunPelayanan: intjumlahKelas: int

Langkah 6: Menetapkan Hubungan

  1. Dari Toolbar Diagram, pilih Asosiasi alat.
  2. Klik pada kelas sumber (misalnya Orang) dan seret ke kelas tujuan (misalnya Alamat).
  3. Tentukan kelipatan (misalnya 0..1 hingga 1 untuk Orang tinggal di Alamat).

Langkah 7: Menentukan Pewarisan

  1. Dari Toolbar Diagram, pilih Generalisasi alat.
  2. Klik pada kelas turunan (misalnya Siswa) dan seret ke kelas induk (misalnya Orang).
  3. Ulangi untuk Profesor.

Langkah 8: Tambahkan Multiplicity dan Peran

  1. Klik dua kali pada garis asosiasi untuk membuka jendela Spesifikasi.
  2. Tentukan multiplicity dan peran (misalnya, 0..* hingga 1..5 untuk Siswa memimpin Profesor).

Langkah 9: Selesaikan Diagram

  1. Atur kelas dan hubungan untuk kejelasan.
  2. Simpan diagram.

Langkah 10: Hasilkan Dokumentasi (Opsional)

  1. Pergi ke Alat > Dokumen > Pembuat Dokumen.
  2. Pilih diagram dan hasilkan dokumentasi.

Diagram Contoh

Berikut adalah contoh bagaimana diagram kelas akhir mungkin terlihat:

 

Kesimpulan

Membuat diagram kelasMembuat diagram kelas adalah langkah dasar dalam tahap desain pengembangan perangkat lunak, memberikan representasi visual yang jelas mengenai struktur sistem. Tutorial ini telah membimbing Anda melalui proses pembuatan diagram kelas menggunakan Visual Paradigm, menjelaskan langkah-langkah mulai dari membuka alat hingga menyelesaikan diagram.

Kami memulai dengan memahami apa itu diagram kelas dan mengapa penting untuk memodelkan tampilan statis suatu aplikasi. Kemudian kami mengeksplorasi kapan menggunakan diagram kelas, menekankan pentingnya pada tahap desain, refactoring, dan dokumentasi.

Panduan langkah demi langkah mencakup pembuatan kelas, mendefinisikan atribut dan metode mereka, membangun hubungan, serta mendefinisikan pewarisan. Kami juga membahas cara menambahkan kelipatan dan peran pada asosiasi, memastikan representasi yang komprehensif dan akurat dari struktur sistem.

Diagram contoh memberikan ilustrasi praktis dari sistem akademik, termasuk Orang, Alamat, Mahasiswa, dan Dosenkelas, beserta hubungan antar mereka. Contoh ini menunjukkan bagaimana memodelkan entitas dunia nyata dan interaksi mereka dalam suatu sistem.

Dengan mengikuti tutorial ini, Anda seharusnya kini dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat diagram kelasmenggunakan Visual Paradigm. Diagram ini akan berfungsi sebagai gambaran rancangan yang berharga untuk implementasi, membantu dalam komunikasi dengan pemangku kepentingan dan memastikan desain sistem yang terdokumentasi dengan baik.

Contoh Diagram UML

(Sunting Segera)