Setiap orang mungkin pernah mengalami cinta yang hilang,

kematian orang yang dicintai,

kecelakaan mobil,

peristiwa seperti gempa 9/11,

mengetahui mereka menderita kanker atau HIV dan

peristiwa menyedihkan dan bencana lainnya.

Pada awalnya, kita mungkin kewalahan dan histeris tentang hasil seperti itu, tetapi setelah periode perubahan psikologis yang kompleks, apakah kita akhirnya akan berhasil?

Apakah Anda menemukan bahwa selalu ada proses serupa setiap kali Anda mengalami peristiwa seperti itu?

Lima Tahap Kesedihan oleh Kubler-Ross

Hari ini saya ingin berbagi “Lima Tahap Kesedihan” Kübler-Ross dengan Anda untuk memahami lima tahap yang kita lalui dalam proses menghadapi peristiwa yang menyedihkan dan bencana.

EDIT TEMPLATE LIMA TAHAP KESEDIHAN INI

1. Penolakan dan Isolasi

Seringkali, ketika kita menerima informasi tentang peristiwa menyedihkan dan bencana, hal pertama yang kita lakukan adalah menyangkalnya dan mengisolasi diri kita sendiri. Ini sebenarnya adalah mekanisme pertahanan; kami lebih suka menyembunyikan fakta-fakta ini secara selektif daripada menghadapi kebenaran yang sulit.

  • “Tidak mungkin! Dia baru saja makan malam denganku kemarin!?”
  • “Jangan konyol, itu tidak benar.”
  • “Ya Tuhan! Hal semacam ini tidak boleh terjadi, kan?”
  • “Ini tidak mungkin terjadi padaku, pasti ada yang salah.”

2. Marah

Ketika kita tidak bisa lagi membohongi diri sendiri dan keluar dari “penyangkalan”, rasa sakit itu menghantam kita begitu keras sehingga kita memproyeksikan frustrasi batin kita kepada orang lain, dan kadang-kadang ke diri kita sendiri. Kemudian kita mungkin mulai menyalahkan orang lain, menyalahkan orang lain, atau bahkan marah pada diri sendiri.

  • “Ini salahku, jika aku bersamanya kemarin, dia tidak akan bunuh diri!”
  • “Kenapa itu terjadi padaku? Tuhan, bukankah ini adil?”
  • “Mengapa kamu tidak menjangkau dan membantunya! Ini semua salahmu.”

3. Tawar-menawar

Ketika “kemarahan” telah berlalu, pikiran kita mungkin sedikit berubah untuk mencoba membuat hasilnya tidak terlalu buruk, dan kadang-kadang kita berdoa (menawar) kepada Tuhan agar hasil buruk itu tidak segera datang.

  • “Jika saya pergi ke dokter lebih cepat, saya bisa hidup beberapa tahun lagi ……”
  • “Tolong biarkan aku hidup sampai anak-anak menikah dan memulai sebuah keluarga?”
  • “Jika Anda merokok lebih sedikit, Anda tidak perlu…”
  • “Aku akan melakukan apa saja jika dia bangun.”

4. Depresi

Pada tahap ini, kita menyadari kehilangan dan fakta bahwa “tawar-menawar” tidak ada gunanya, sehingga rasa sakit itu menyerang lagi, dan kali ini mengenai hati dengan sangat kuat sehingga tidak ada alasan untuk melarikan diri. Inilah saatnya ketika kita menjadi rentan dan negatif, jadi berhati-hatilah, banyak dari kita mungkin memilih untuk mengakhiri hidup kita karena kita tidak bisa keluar darinya.

  • “Lagi pula aku tidak akan hidup lebih dari beberapa tahun, jadi mari kita akhiri sekarang!”
  • “Dia benar-benar meninggalkanku, dan aku tidak ingin hidup tanpanya……”
  • “Oh, kenapa aku harus peduli tentang itu, toh aku akan mati…”

5. Penerimaan

Pada tahap ini, kita menjadi tenang dan keluar dari “depresi”, menyadari bahwa hidup ini tidak kekal dan kita tidak perlu terjebak dalam kesedihan kita. Kita belajar untuk melepaskan, membangun kembali hidup kita, dan bersiap untuk memulai perjalanan baru dalam hidup.

  • “Sekarang sudah terjadi seperti ini, hidup harus terus berjalan!”
  • “Ini akan menjadi lebih baik! Semuanya akan berlalu.”
  • “Yah, karena ini adalah fakta yang tidak dapat diubah, aku akan terus membantumu berjalan di sisa perjalanan ……”

LIMA TAHAPAN TEMPLATE DUKA – EDIT SEKARANG

“Lima tahap dukacita” bervariasi dari orang ke orang, dan beberapa orang mungkin hanya melalui beberapa tahap ini; orang lain mungkin terjebak dalam “depresi” dan bahkan memilih untuk mengakhiri hidup mereka, tidak pernah mencapai titik “menerima” kebenaran. Tahapan.

Dengan memahami “lima tahap kesedihan”, Anda dapat membantu diri sendiri memeriksa keadaan Anda saat ini, menemukan cara untuk mengatasi, dan keluar dari bayang-bayang kesedihan lebih cepat. Terkadang perubahan pikiran, perubahan pemikiran, adalah kunci untuk “penerimaan”.

Orang akan selalu harus menghadapi kehilangan dan kesedihan, dan tidak mungkin untuk menjalani kehidupan yang mulus. Seberapa kuat seseorang hidup tergantung pada berapa banyak keterampilan mengatasi yang telah dikumpulkan dan bagaimana seseorang memecahkan masalah yang dihadapinya. Padahal, hidup itu seperti rangkaian “masalah dan solusi”. Pada setiap tahap, kita menghadapi berbagai masalah, besar dan kecil. Yang harus kita lakukan adalah menemukan solusi untuk mereka dan membawa diri kita ke tingkat berikutnya.

 

Lima Tahapan Template Infografis Dukacita

Template Infografis: 5 Tahapan Duka Cita (Dengan Penjelasan)) (Dibuat oleh pembuat Infografis InfoART)

EDIT TEMPLATE INFOGRAFIS INI

EDIT TEMPLATE INFOGRAFIS LIMA TAHAPAN DUKACITA INI

EDIT TEMPLATE LIMA TAHAP KESEDIHAN INI

LIMA TAHAPAN TEMPLATE DUKA – EDIT SEKARANG

SUNTING – TEMPLATE LIMA TAHAP KESEDIHAN YANG INDAH

EDIT TEMPLAT LIMA TAHAP KESEDIHAN PROFESIONAL INI

EDIT TEMPLATE LIMA TAHAP KESEDIHAN YANG INDAH INI