de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Pendahuluan

Di dunia pengembangan perangkat lunak dan analisis sistem, salah satu langkah kunci dalam menciptakan aplikasi yang sukses adalah identifikasi dan pemodelan use case. Use case pada dasarnya merupakan deskripsi tentang bagaimana sistem atau aplikasi bereaksi terhadap permintaan pengguna tertentu. Use case ini berfungsi sebagai gambaran rancangan untuk merancang dan mengembangkan sistem yang secara efisien memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam artikel ini, kita akan membahas proses identifikasi use case, mengembangkannya menggunakan template, dan memodelkannya melalui diagram urutan.

Mengidentifikasi Use Case Kandidat

Sebelum memasuki proses pengembangan dan pemodelan use case, sangat penting untuk mengidentifikasi use case kandidat untuk proyek Anda. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain:

  1. Wawancara Pengguna: Berbicara dengan pengguna akhir dan pemangku kepentingan untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka. Ini dapat membantu Anda mengungkapkan use case potensial.
  2. Ulasan Dokumentasi: Analisis dokumen yang sudah ada, seperti persyaratan proyek, proses bisnis, dan cerita pengguna, untuk mengidentifikasi use case potensial.
  3. Sesi Brainstorming: Lakukan sesi brainstorming bersama tim Anda untuk mengidentifikasi use case berdasarkan pengetahuan dan keahlian domain mereka.
  4. Penelitian Pasar: Lakukan penelitian terhadap sistem atau aplikasi serupa untuk memahami fungsi dan fitur umum, yang dapat membantu mengidentifikasi use case yang relevan.

Setelah Anda memiliki daftar use case kandidat, langkah berikutnya adalah mengembangkan masing-masing dari mereka.

Mengembangkan Use Case

Mengembangkan use case melibatkan pembuatan deskripsi rinci untuk setiap use case yang telah diidentifikasi. Untuk melakukan ini, gunakan template terstruktur yang biasanya mencakup komponen-komponen berikut:

  1. Nama Use Case: Berikan nama use case yang jelas dan deskriptif yang mencerminkan tujuannya.
  2. Deskripsi: Berikan gambaran singkat tentang use case, menjelaskan apa yang dicapai oleh use case tersebut.
  3. Aktor: Identifikasi dan daftarkan aktor yang terlibat dalam use case, seperti pengguna, sistem eksternal, atau entitas lainnya.
  4. Prasyarat: Tentukan kondisi apa saja yang harus dipenuhi sebelum use case dapat dieksekusi.
  5. Alur Kejadian: Jelaskan langkah-langkah utama use case secara bertahap. Ini harus mencakup alur kejadian utama serta alur alternatif atau kejadian ekssepsional.
  6. Pasca kondisi: Jelaskan hasil atau keadaan sistem yang diharapkan setelah use case selesai.
  7. Ekssepsi: Dokumentasikan setiap skenario ekssepsional atau prosedur penanganan kesalahan.
  8. Prioritas: Tetapkan tingkat prioritas untuk use case, yang menunjukkan pentingnya dalam sistem secara keseluruhan.

Pemodelan Skenario Use Case dengan Diagram Urutan

Setelah menguraikan setiap use case, langkah berikutnya adalah membuat diagram urutan yang secara visual merepresentasikan interaksi antara aktor dan sistem. Diagram urutan membantu memahami perilaku dinamis sistem selama eksekusi use case tertentu.

Sequence Diagram, UML Diagrams Example: From Use Case to ...

Berikut adalah proses pembuatan diagram urutan untuk use case:

  1. Identifikasi Aktor dan Komponen Sistem: Mulailah dengan mengidentifikasi aktor yang terlibat dalam use case dan komponen utama sistem yang akan berpartisipasi dalam skenario tersebut.
  2. Tentukan Lifeline: Buat lifeline untuk setiap aktor dan komponen sistem yang terlibat dalam urutan. Lifeline mewakili objek atau entitas yang berinteraksi dalam skenario tersebut.
  3. Tentukan Alur Pesan: Tentukan pesan yang ditukar antara aktor dan komponen sistem. Pesan mewakili tindakan atau pemanggilan metode yang terjadi selama eksekusi use case.
  4. Urutkan Pesan Secara Kronologis: Susun pesan pada diagram urutan sesuai urutan terjadinya, menunjukkan alur kronologis skenario.
  5. Sertakan Kondisi dan Perulangan: Jika use case melibatkan kondisi atau perulangan, sertakan dalam diagram urutan untuk merepresentasikan perilaku bercabang dan berulang.
  6. Analisis dan Sempurnakan: Tinjau diagram urutan untuk memastikan bahwa ia secara akurat merepresentasikan perilaku use case. Lakukan penyempurnaan yang diperlukan berdasarkan masukan dan pengujian.

Contoh: Pemodelan Sistem Pemesanan Makanan Online dengan Use Case dan Diagram Urutan

Deskripsi Masalah: Sistem Pemesanan Makanan Online

Bayangkan Anda ditugaskan untuk merancang sistem pemesanan makanan online untuk jaringan restoran terkenal. Restoran ingin memperluas basis pelanggan dengan memungkinkan pengguna memesan makanan untuk pengantaran atau pengambilan melalui aplikasi seluler dan situs web. Mereka telah mengidentifikasi beberapa fungsi yang ingin mereka masukkan ke dalam sistem. Mari kita eksplorasi bagaimana melalui proses mengidentifikasi use case kandidat, menguraikannya menggunakan template use case, dan memodelkannya dengan diagram urutan.

Use Case Kandidat: Pesan Pesanan Makanan

Templat Use Case:

  1. Nama Use Case: Pesan Pesanan Makanan
  2. Deskripsi: Use case ini memungkinkan pengguna terdaftar untuk memesan makanan untuk pengantaran atau pengambilan dari menu restoran.
  3. Aktor:
    • Aktor Utama: Pengguna Terdaftar
    • Aktor Sekunder: Staf Restoran, Gateway Pembayaran
  4. Prasyarat:
    • Pengguna harus masuk ke akun mereka.
    • Pengguna telah memilih item dari menu.
  5. Alur Kejadian:
    • Pengguna memilih item dari menu dan menambahkannya ke keranjang mereka.
    • Pengguna menentukan pengiriman atau penjemputan dan memberikan detail yang diperlukan.
    • Sistem menghitung jumlah total pesanan.
    • Pengguna melanjutkan ke langkah pembayaran.
    • Sistem berkomunikasi dengan gateway pembayaran untuk memproses pembayaran.
    • Jika pembayaran berhasil, sistem menghasilkan konfirmasi pesanan.
    • Staf restoran menerima pesanan dan menyiapkannya.
    • Pengguna menerima notifikasi mengenai status pesanan (misalnya, “Pesanan dikonfirmasi,” “Sedang dalam pengiriman”).
    • Pengguna menerima pesanan.
  6. Pasca kondisi:
    • Pengguna telah berhasil melakukan pemesanan, dan staf restoran telah diberi tahu.
  7. Pengecualian:
    • Pembayaran gagal: Sistem memberi tahu pengguna mengenai pembayaran yang gagal dan meminta pengulangan.
    • Restoran tidak dapat memenuhi pesanan: Sistem memberi tahu pengguna bahwa pesanan tidak dapat dipenuhi dan memberikan opsi alternatif.
    • Masalah teknis: Sistem mengirim notifikasi kesalahan kepada pengguna dan staf restoran.

Pemodelan Skenario Kasus Penggunaan dengan Diagram Urutan:

Sekarang, mari kita buat diagram urutan untuk memvisualisasikan interaksi antara aktor dan komponen sistem selama skenario kasus penggunaan “Tempat Pesanan Makanan”.

  • Lifeline:
    • Pengguna
    • Sistem
    • Gateway Pembayaran
    • Staf Restoran
  • Alur Pesan:
    1. Pengguna memilih item dari menu dan menambahkannya ke keranjang.
    2. Pengguna menentukan pengiriman/pengambilan dan memberikan detail.
    3. Pengguna memulai pembayaran.
    4. Sistem menghitung total dan berkomunikasi dengan Gateway Pembayaran.
    5. Gateway Pembayaran memproses pembayaran dan mengonfirmasi.
    6. Sistem menghasilkan konfirmasi pesanan.
    7. Staf Restoran diberi tahu tentang pesanan.
    8. Staf Restoran menyiapkan pesanan.
    9. Pengguna menerima notifikasi mengenai status pesanan.
    10. Pengguna menerima pesanan.
  • Kondisi dan Lingkaran:
    • Jika pembayaran gagal (pesan 5a), sistem mengirim pesan kepada pengguna untuk mencoba pembayaran kembali.
    • Jika restoran tidak dapat memenuhi pesanan (pesan 7a), sistem memberi tahu pengguna dan menyediakan alternatif.

Diagram urutan ini secara visual merepresentasikan alur dinamis interaksi antara aktor dan komponen sistem selama use case ‘Tempatkan Pesanan Makanan’, memastikan pemahaman yang jelas tentang proses dan memfasilitasi komunikasi yang efektif di antara pemangku kepentingan proyek.

Kesimpulan

Mengidentifikasi dan memodelkan use case merupakan langkah penting dalam proses pengembangan perangkat lunak, memastikan bahwa sistem dan aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna secara efektif. Dengan mengikuti pendekatan terstruktur, mulai dari mengidentifikasi use case kandidat hingga mengembangkannya menggunakan template dan membuat diagram urutan, pengembang dapat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perilaku sistem dan memfasilitasi komunikasi yang efektif di antara pemangku kepentingan proyek. Proses ini pada akhirnya mengarah pada desain dan pengembangan perangkat lunak yang sukses sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna.